Ini Dia Problem Saat Masa Kehamilan

Ini Dia Problem Saat Masa KehamilanAnda tidak usah terlalu cemas menghadapi masalah di masa kehamilan. Karena merupakan hal normal dan umum terjadi pada ibu hamil. Tapi, jika ibu berpikir jika masalah yang mengghinggapi selama kehamilan itu bisa sangat serius, percayalah pada penilaian pribadi dan segera hubungi bidan atau dokter. Berikut ini sejumlah masalah yang biasa dialami ibu hamil, dan cara mengatasinya.

Konstipasi
Ibu mungkin mengalami konstipasi di awal kehamilan karena perubahan hormon tubuh. Konstipasi atau sembelit berarti tidak buang air besar sesering yang biasa dilakukan, disebabkan adanya pengerasan pada feses yang sulit dikeluarkan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah sembelit, seperti mengonsumsi makanan tinggi serat, memperbanyak minum air putih dan olahraga teratur. Jangan mengonsumsi obat pencahar tanpa anjuran dokter terlebih dulu.

Kram
Kram adalah kontraksi tiba-tiba dalam waktu singkat singkat, yang sakit sekali pada otot atau kelompok otot. Pada ibu hamil biasanya terjadi pada otot kaki atau betis. Tak ada yang tahu pasti apa penyebab kram, tapi ada beberapa teori penyebab kaki kram pada ibu hamil, seperti kaki kelelahan karena harus menopang beban yang bertambah berat karena kehamilan. Atau kurangnya aliran darah yang mengalir ke bagian bawah tubuh yang terhalang karena kehamilan. Saat kaki sedang kram, luruskan kaki dan gerak-gerakkan. Usahakan agar ujung-ujung jari mengarah ke atas, dan bagian tumit mengarah ke bawah. Ini akan meregangkan otot betis. Untuk menghindari kram, lakukan olahraga ringan secara teratur, terutama melatih pergelangan kaki dan betis untuk meningkatkan sirkulasi sehingga kaki tidak kram.

Pingsan
Ibu hamil umumnya pingsan karena perubahan hormonal dan gangguan pada sirkulasi darah ke otak. Karena selama hamil, jumlah pasokan darah diperuntukkan bagi janin, sehingga volume darah berkurang. Akibatnya pasokan oksigen ke otak pun berkurang sehingga menyebabkan ibu hamil pingsan.

Sakit punggung
Penelitian menunjukkan sekitar 80% wanita hamil mengalami sakit punggung. Ini bisa disebabkan sejumlah faktor, seperti peningkatan hormon, berat badan yang bertambah, stres dan posisi tubuh yang salah. Sakit punggung bisa dikurangi dengan melatih postur tubuh yang baik, menghindari mengangkat benda yang berat, menggunakan matras yang kokoh saat tidur dan melakulan latihan ringan untuk meregangkan dan menguatkan otot punggung.

Sesak Nafas
Di awal kehamilan, hormon progesteron yang meningkat akan menghabiskan kapasitas paru-paru sehingga membuat ibu hamil bernafas lebih sering agar bisa menyalurkan oksigen untuk bayi. Semakin besar kehamilan mendorong diafragma sehingga rongga dada menjadi lebih sempit dan dengan sendirinya paru-paru pun menjadi tertekan. Tekanan pada paru-paru inilah yang memicu terjadinya sesak nafas pada kehamilan. Untuk mengatasi masalah sesak nafas di masa kehamilan, sebaiknya ibu hamil duduk dengan posisi tegak lurus, karena akan memberi paru-paru lebih banyak ruang untuk mengembang. Ibu juga sebaiknya bergerak secara perlahan agar paru-paru tidak tertekan. Pada saat tidur atau berbaring, kepala harus disangga sehingga mengurangi tekanan pada paru-paru.