Trik Jurus Jitu Dalam Merintis Usaha Baru

 

Trik Jurus Jitu Dalam Merintis Usaha BaruApakah merintis usaha baru menjadi salah satu resolusi Anda tahun ini? Menjadi seorang wirausahawan membutuhkan strategi jitu dalam merintis usaha baru. Berikut tips bagi Anda yang ingin merintis usaha baru.

 1.Tentukan target konsumen usaha Anda

Pastikan Anda telah mempunyai target pasar dari usaha yang Anda rintis. Menentukan target konsumen atau pangsa pasar akan memudahkan Anda untuk menentukan kualitas dan jenis produk yang ditawarkan. Misalnya, produk yang akan ditawarkan untuk pasar kelas menengah dan atas tentunya pasti berbeda.

 Sebagai contoh, jika Anda ingin merintis usaha di bidang kuliner, konsumen kelas menengah dan konsumen kelas atas cenderung mempunyai standar yang berbeda dalam memilih sajian makanan. Misalnya konsumen kelas menengah cenderung mempunyai banyak pertimbangan seperti harga, rasa, dan banyaknya porsi. Sedangkan konsumen kelas atas lebih mementingkan kualitas sajian makanan.

 2.Buat merk usaha yang menarik dan mudah diingat

Nama dagang yang menarik dan mudah diingat akan membuat pelanggan terkesan. Ciptakan nama merk usaha Anda seunik mungkin, dan sebaiknya hindari untuk memilih nama yang terlalu sulit karena bisa jadi pelanggan malah tidak terkesan. Nama yang tidak unik akan menyulitkan proses promosi usaha Anda di kemudian hari.

 3.Gunakan strategi promosi yang tepat

Promosi berguna untuk memperkenalkan usaha And dalam menarik konsumen sebanyak mungkin. Gunakan strategi promosi yang tepat dan unik untuk membuat produk Anda dikenal konsumen. Misalnya memberikan diskon, mobile selling, website, media sosial, brosur, spanduk, sponsor, dan masih banyak lagi.

 4.Teliti dalam menghitung modal usaha

Hitunglah modal usaha Anda dengan teliti, hingga ke pengeluaran biaya yang paling kecil. Penghitungan dengan teliti ini berguna agar Anda mudah menghitung semua biaya dan kebutuhan sehingga tidak sampai kekurangan modal. Perhitungkan juga biaya gaji karyawan yang harus Anda gaji. Meski misalnya di awal usaha Anda tidak memiliki karyawanm namun Anda tetap harus memperhitungkan biaya tenaga kerja. Setidaknya hal tersebut akan membuat Anda kelak menghargai sekecil apa pun tenaga karyawan.

 5.Tabung sedikit laba usaha Anda

Tabung laba usaha dari hasil penjualan produk Anda. Setelah terkumpul, sebaiknya jangan terburu-buru untuk membelanjakan uang laba tersebut untuk barang yang Anda inginkan. Gunakan tabungan laba untuk memperbesar usaha rintisan Anda, gunakan untuk membeli berbagai kebutuhan, dana persiapan, dan juga tabungan personal.